Senin, 28 September 2015

Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal dan Heksadesimal


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sistem terbagi menjadi dua, yaitu sistem analog dan sistem digital. Namun, saya akan membahas tentang sistem digital. Contoh yang menggunakan sistem digital yaitu komputer, komputer bekerja dengan sistem digital karena tidak menerti dan tidak dapat mengenal sistem analog.
Secara garis besar, sistem digital hanya berada dalam dua keadaan yang berbeda, yang dapat dinyatakan dengan 0 dan 1. Sistem ini dinyatakan dengan Biner (Bi=dua). Bilangan biner hanya menggunakan digit 1 dan 0. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversikannya ke sistem bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal.
 ð Bilangan desimal adalah bilangan yang menggunakan 10 angka mulai 0 sampai 9 berturut-turut. Setelah angka 9, maka angka berikutnya adalah 10, 11, 12 dan seterusnya. Bilangan desimal disebut juga “bilangan berbasis 10”. Contoh penulisan bilangan desimal : 1810. Ingat, desimal berbasis 10, maka angka 10-lah yang menjadi subscript pada penulisan bilangan desimal.
 ð Bilangan biner adalah bilangan yang hanya menggunakan 2 angka, yaitu 0 dan 1. Bilangan biner juga disebut bilangan berbasis 2. Setiap bilangan pada bilangan biner disebut bit, dimana byte = 8 bit.  Contoh penulisan : 1101112.
 ð Bilangan oktal adalah bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 sampai 7. Contoh penulisan : 188.
 ð Bilangan heksadesimal atau bilangan heksa, atau bilangan basis 16, menggunakan 16  buah simbol, mulai dari 0 sampai 9, kemudian dilanjut dari A sampai F. Jadi, angka A sampai F merupakan simbol untuk 10 sampai 15. Contoh penulisan : C516.

Bentuk umum dari bilangan biner dan bilangan desimal adalah :
Biner
1
1
1
1
1
1
1
1
11111111
Desimal
128
64
32
16
8
4
2
1
255
Pangkat
27
26
25
24
23
22
21
20
X1-7
Langsung saja kita ke contoh soal.  ;)
Konversikan bilangan di bawah ke bilangan desimal, bilangan biner, bilangan oktal, dan bilangan heksadesimal.
1.       (256 + tanggal lahir)(10) =…..(2)=…..(8)=…..(16)
2.       10011(2) =…..(10)=…..(8)=…..(16)
3.      245(8) =…..(2)=…..(10)=…...(16)
4.      12C(16) =…..(2)=…..(8)=…..(10)
Jawaban :
1.      (256 + tanggal lahir)(10) =…..(2)=…..(8)=…..(16)
(273)(10) =…..(2)=…..(8)=…..(16)
NOTE : misal mengunakan tanggal lahir 17
v Konversi bilangan desimal 273 (10) menjadi biner
Untuk mengubah angka desimal menjadi angka biner digunakan metode pembagian dengan angka 2 sambil memperhatikan sisanya.
Perhatikan contohnya !
273:   2         =   136 ( sisa  1, maka ditulis [1] )
136   :   2      =   68  ( tidak ada sisa, maka ditulis [0] )
68     :   2      =   34   ( tidak ada sisa, maka ditulis [0] )
34     :   2      =   17   ( tidak ada sisa, maka ditulis [0] )
17     :   2      =   8     ( sisa  1, maka ditulis [1] )
8        :   2      =   4     ( tidak ada sisa, maka ditulis [0] )
4        :   2      =   2     ( tidak ada sisa, maka ditulis [0] )
2        :   2      =   1     ( tidak ada sisa, maka ditulis [0] )
1        :   2      =   0     ( sisa 1, maka ditulis [1] )
0        :   2      =   0     (tidak ada sisa, maka ditulis [0] )
Note :
Untuk menuliskan notasi binernya, pembacaan dilakukan dari bawah yang berarti 0100010001(2) . Angka 0 di awal tidak perlu ditulis, sehingga menjadi 100010001(2)
v Konversi bilangan desimal 273 (10) menjadi oktal
Untuk mengubah angka desimal menjadi angka oktal digunakan metode pembagian dengan angka 8 sambil memperhatikan sisanya.
Perhatikan contohnya !
273:   8         =   34   ( sisa  1, maka ditulis [1] )
34     :   8      =   4      (sisa 2, maka ditulis [2] )
4        :   8      =   0     (sisa 4, maka ditulis [4] )
0        :   8      =   0     (sisa 0, maka ditulis [0] )
Note :
Untuk menuliskan notasi binernya, pembacaan dilakukan dari bawah yang berarti 0421(8) . Angka 0 di awal tidak perlu ditulis, sehingga menjadi 421(8)
v Konversi bilangan desimal 273 (10) menjadi heksadesimal
Untuk mengubah angka desimal menjadi angka heksadesimal digunakan metode pembagian dengan angka 16 sambil memperhatikan sisanya.
Perhatikan contohnya !
273:   16      =   17   ( sisa  1, maka ditulis [1] )
17     :   16   =   1      (sisa 1, maka ditulis [1] )
1        :   16   =   0     (sisa 1, maka ditulis [1] )
0        :   16   =   0     (sisa 0, maka ditulis [0] )
Note :
Untuk menuliskan notasi binernya, pembacaan dilakukan dari bawah yang berarti 0111(16) . Angka 0 di awal tidak perlu ditulis, sehingga menjadi 111(16)
2.     100112 =…..(10)=…..(8)=…..(16)
v Konversi bilangan biner ke desimal
1 x 20 = 1
1 x 21 = 2
0 x 22 = 0
0 x 23 = 0
1 x 24 = 16  à perhatikan nilai perpangkatan 2 nya semakin ke bawah semakin besar. Maka hasilnya adalah 1 + 2 + 0 + 0 + 16 = 19(10)
v Mencari bilangan desimal ke oktal
19 : 8 = 2 ( sisa 3 )
2 : 8   = 0 ( sisa 2 )
Maka hasilnya adalah 3 + 2 = 5(8)   
v Mencari bilangan heksadesimal
19     : 16 = 1 ( sisa 3 )
1        : 16 = 0 ( sisa 1 )
Maka hasilnya adalah 3 + 1 = 4(16)
3.     2458 =…..(2)=…..(10)=…...(16)
v Merubah bilangan oktal ke biner
5 x 80                        =  5
4 x 81            =  32
2 x 82            =  128 
v Merubah biner ke desimal
165   :  2 = 82 sisa 1
82     :  2 = 41 sisa 0
41     :  2 = 20 sisa 1
20     :  2 = 10 sisa 0
10     :  2 = 5  sisa 0
5        :  2 = 2  sisa 1
2        :  2 = 1  sisa 0
1        :  2 = 0  sisa 1
v Merubah heksadesimal
165 : 16 = 10 sisa 5
10   : 16 = 0   sisa 10
4.     12C(16) =…..(2)=…..(8)=…..(10)
a)     12C(16) =…..(2)
C       = 1100 ( C = 12, dari hasil 0 + 0 + 22 + 23 = 12)
2        = 0010 ( dari hasil   0 + 21 = 2 )
1        = 0001 ( dari hasil 20 + 0 + 0 + 0 )
Jadi, 12C(16) = 000100101100(2)
b)    12C(16) =…..(8)
100   = 4
101   = 5
100   = 4
000   = 0
Jadi, 12C(16) = 454(8)
c)     12C(16) =…..(10)
C x 160                   = 12
2 x 161                   = 32
1 x 162                   = 256
Jadi, 12C(16) =300(10)
Itulah contoh konversi sistem bilangan, kalau ada pengerjaan yang salah maaf yaa. Masih sama-sama belajar ;)
Sekian dan terima kasih

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar